Kamis, 26 Januari 2017

Model dari Sistem Interaksi Manusia dan Komputer

MODEL-MODEL SISTEM

1. Pendahuluan

Membahas model sistem, seperti formalisasi standar, model interaksi dan analisis event. Bahasan ini fokus pada cara memodelkan semantik dari sebuah sistem interaktif. Dialog adalah tentang bagaimana aksi user yang sesuai dalam hubungannya dengan sistem.

2. Relasi Dengan Dialog

Pemodelan dialog berhubungan dengan semantik, sementara semantik sistem memengaruhi struktur dialog.

Relasi keduanya mirip tetapi berbeda. Komputer secara inheren adalah mesin matematika, tetapi manusia bukanlah seperti itu.

a.  Model Ikonik

Model ikonik adalah perwakilan fisik dari beberapa hal baik dalam bentuk ideal ataupun dalam skala yang berbeda.

Model ikonik mempunyai karakteristik yang sama dengan hal yang diwakili, dan terutama amat sesuai untuk menerangkan kejadian pada waktu yang spesifik.

Model ikonik dapat berdimensi dua (foto, peta, cetak biru) atau tiga dimensi (prototip mesin, alat).

Apabila model berdimensi lebih dari tiga dimensi maka tidak mungkin lagi dikonstruksi secara fisik sehingga diperlukan kategori model simbolik.

b.  Model Analog (Model Diagramatik)

Model analog dapat mewakili situasi dinamik, yaitu keadaan berubah menurut waktu.

Model ini lebih sering dipakai daripada model ikonik karena kemampuannya untuk mengetengahkan karakteristik dari kejadian yang dikaji.

Model analog banyak berkesesuaian dengan penjabaran hubungan kuantitatif antara sifat dan klas-klas yang berbeda.

Dengan melalui transformasi sifat menjadi analognya, maka kemampuan membuat perubahan dapat ditingkatkan.

Contoh model analog ini adalah kurva permintaan, kurva distribusi frekuensi pada statistik, dan diagram alir.

c.  Model Simbolik (Model Matematik)

Pada hakekatnya, ilmu sistem memusatkan perhatian kepada model simbolik sebagai perwakilan dari realitas yang sedang dikaji.

Format model simbolik dapat berupa bentuk angka, simbol, dan rumus. Jenis model simbolik yang umum dipakai adalah suatu persamaan (equation).
  • Formalisasi Standar. Formalisasi standar merupakan suatu notasi perhitungan yang menentukan spesifikasi sistem. Formalisasi rekayasa perangkat lunak standar dapat digunakan untuk menjelaskan suatu sitem interaksi yang mengacu pada metode formal.
  • Formalisasi Berbasis Model. Menggunakan notasi matematika secara umum seperti jumlah, himpunan dan fungsi untuk mempresentasikan suatu kondisi dan operasi yang ada pada kondisi. Deskripsi kondisi menggunakan variabel.
1. Tujuan spesifikasi normal ada 2 :

a. Notasi formal untuk komunikasi. Spesifikasi dapat dibuat sebagai bahasa yang umum antar tim desain, desainer dan pembuat sistem.

b. Notasi formal untuk analisa. Spesifikasi formal dapat dianalisa dalam berbagai cara, yaitu :
  • A. Periksa konsistensi internal
  • B. Periksa konsistensi eksternal
  • C. Notasi berorientasi model
2. Model interaksi

Model komputasi umum tidaklah didesain dengan pengguna dalam pemikirannya. Kita membutuhkan model yang duduk diantara rakayasa perangkat lunak dan pemahaman interaksi manusia dan komputer.

Ada beberapa metode seperti :
  • Formal, untuk mengekspresikan properti interaktif umum guna mendukung tingkat kegunaan.
  • Informal, arsitektur interaktif untuk memotivasi pemisah dan modularisasi fungsionalitas dan presentasi.
  • Semi formal, analisis status even untuk melihat potongan suatu sistem interaktif yang berentangnpada beberapa layer.
  • Model PIE, merupakan interpretasi pada level fisik. Lebih berguna lagi untuk mengaplikasikan model pada level logika.
  • Preictability dan observability, keadaan sistem menunjukan efek dari 2 perintah berikutnya,   sehingga jika sistem dapat di observasi, displaynya menunjukan suatu keadaan yang berarti predictable. Efek observasi memuat minimal informasi sebanyak hasilnya, juga berisi informasi tambahan dari keadaan interaksi sistem.
  • Reacability dan undo, Suatu sistem dapat dikatakan tercapai (reachable) jika dari satu state dalam sistem dapat mencapai satu state lainnya. Contoh : memindah, mengkopi dokumen.
3. Status/Event Analisis

Perbedaan status dan event adalah being dan doing. Status selalu memiliki nilai yang dapat di refer. Event merupakan kejadian pada saat tertentu.

Analisis status even ini terlihat dilayar sistem yang berbeda. Pencarian event tercapai disetiap level, dan status berubah di setiap level.

Penggabungan dengan analisis psikologi yang naif dari batasan presentasi membuat desainer memprediksi kesalahan dan perbaikan penting lainnya.
Baca Juga
Previous Post
Next Post