Selasa, 07 Februari 2017

Apa Itu Farmakoterapi Vena Tromboembolis ?

Vena tromboembolis (VTE), hasil dari pembentukan pembekuan pada sirkulasi pembuluh vena dan diwujudkan sebagai thrombosis vena mendalam (DVT) dan emboli paru (PE).

Pembahasan :
  • Trombosis 
  • Patogenesis
  • Faktor resiko 
  • Terapi 
  • Pengobatan 
Trombosis

Trombosis adalah terbentuknya bekuan darah dalam pembuluh darah.

Trombus atau bekuan darah dapat terbentuk pada vena, arteri, jantung, atau mikrosirkulasi dan menyebabkan komplikasi akibat obstruksi atau emboli.

Trombus terbagi menjadi 3 macam :
  • Trombus Merah (Koagulasi) : Dimana sel trombosit dan lekosit tersebar rata dalam suatu masa yang terdiri dari eritrosit dan fibrin, sering terdapat pada vena.
  • Trombus Putih (Aglutinasi) : Terdiri dari fibrin dan lapisan trombosit, leukosit dengan sedikit eritrosit, biasanya terdapat dalam arteri.
  • Trombus Campuran.
Patogenesis

Gangguan pada aliran darah
Prokoagulan dan Antikoagulan tidak seimbang
Gangguan pada dinding pembuluh darah.

Faktor resiko
  1. Memiliki riwayat gangguan penggumpalan darah.
  2. Bed Rest dalam keadaan lama.
  3. Cedera atau pembedahan cedera terhadap pembuluh darah vena. 
  4. Kehamilan.
  5. Kanker.
  6. Gagal jantung.
Terapi

Terapi Tromboemboli Vena pada pasien kanker merupakan suatu tantangan tersendiri, dimana terapi harus individual dan disesuaikan dengan tatalaksana yang sedang dilakukan untuk malignansinya. 

Pasien kanker sering membutuhkan tindakan bedah yang radikal, rentan terhadap infeksi dan mendapat kemoterapi yang mensupresi pembentukan komponen darah seperti trombosit sehingga dapat meningkatkan resiko pendarahan.

Oleh karna itu terapi terhadap tromboemboli pada pasien kanker harus individualisasi. Terapi standar untuk DVT adalah unfractionated heparin intravena.

Heparin

Heparin lebih unggul dibandingkan dengan antikoagulan oral tunggal sebagai terapi awal untuk DVT, karena antikoagulan oral dapat meningkatkan resiko tromboemboli disebabkan inaktivasi protein C dan protein S sebelum menghambat faktor pembekuan eksternal.
  • Indikasi : Antikoagulan yang diberikan secara parenteral dan merupakan obat terpilih bila diperlukan efek yang cepat, misalnya untuk emboli paru dan TVD, okluasi arteri akut atau infark miokard akut.
  • Mekanisme : Efek antikoagulan heparin timbul karena ikatannya dengan AT-III.
  • Efek samping : Bahaya utama pemberian heparin ialah perdarahan.
Trombositopenia yang Disebabkan Oleh Heparin (HIT)

Efek samping lainnya dari pemberian heparin adalah dapat terjadinya penurunan jumlah trombosit yang diinduksi oleh heparin (heparin induced thrombocytop).

Mekanisme terjadinya efek samping ini adalah, pada dasarnya pada proses terjadinya trombositopenia yang diinduksi heparin, heparin sulfat menjadi hapten dan menjadi target dari sistem imun penderita.
Kesimpulan
  • Vena tromboembolis (VTE), hasil dari pembentukan pembekuan pada sirkulasi pembuluh vena dan diwujudkan sebagai thrombosis vena mendalam (DVT).
  • Heparin : Antikoagulan, memiliki efek samping pendarahan pada keadaan tertentu
*Sumber : Nitya Wita Utama
Baca Juga
Previous Post
Next Post