Kewajiban Hijrah Tiap-Tiap Pribadi Muslim yang Telah Mengikrarkan 2 Kalimat Syahadat !

 
Assalamualaikum Wr Wb,

Pengertian hijrah mencakup pada pola pikirnya, pola lakunya, pola aturannya, peradabannya, dan sistem hidupnya, dari segala sesuatu yang tidak diatur oleh Allah kepada segala sesuatu yang hanya diatur oleh Allah SWT,.dengan kata lain hijrah secara rūhan dan secara jasadan.

Hijrah yang harus dilakukan tiap-tiap pribadi muslim, adalah sebagai berikut :

1. Hijrah dari peradaban neraka atau sistem hidup abnormal kepada peradaban Janah atau sistem hidup normal karena mau menggunakan undang-undang Allah dan Rasul-Nya. (Q.S. al-Baqarah (2):256-257)

2. Hijrah dari jalan kekufuran kepada jalan takwa (Q.S. asy-Syam (91):7-8)

3. Hijrah dari darul bawar atau lembah kebinasaan (Q.S. Ibrahim (14):28) kepada darussalam atau tempat keselamatan (Q.S. Yunus (10):25)

4. Hijrah dari sarang laba-laba yang sangat rapuh (Q.S. al-Ankabut (29):41) kepada sarang lebah yang menghasilkan madu sebagai obat penawar sakit (Q.S. an-Nahl (16):68-69)

5. Hijrah dari masjid Hirar yang dibangun tidak atas takwa kepada masjid takwa (Q.S. at-Taubah (9):107-108)

6. Hijrah dari posisi terendah atau radadnahu asfala safilin (Q.S. at-Tin (95):5) kepada posisi puncak sebaik-baik makhluk Allah dan ahsanu taqwim (Q.S. at-Tin (95):4)

7. Hijrah dari kedudukan seburuk-buruk makhluk Allah dengan sebutan Syarrul Bariyyah
kepada kedudukan sebaik-baik makhluk Allah yang dikenal dengan nama Khairul Bariyyah (Q.S. al-Bayyinah (98):6-7)

8. Hijrah dari golongan kiri Ashabul Masy'amah (Q.S. al-Waqi'ah (56):9) kepada golongan kanan Ashabul maimanah (Q.S. al-Waqi'ah (56):8)

9. Hijrah dari Ashabul Syimah (Q.S. al-Waqi'ah (56):41) kepada Ashabul Yamin (Q.S. al-Waqi'ah (56):27)

10. Hijrah dari jalan tagut kepada jalan Allah, atau dengan kata lain hijrah dari segala bentuk aturan perundang-undangan yang dibuat manusia kepada aturan perundang-undangan Allah SWT dan Rasul-Nya.

Dari uraian diatas tampak jelas bahwa tiap pribadi muslim disuruh menjauhi segala sesuatu yang tidak diperintahkan Allah SWT,.terlebih lagi segala sesuatu yang dilarang Allah SWT.

Allah dengan berbagai firman-Nya menggunakan bahasa-bahasa tamzil atau bahasa-bahasa simbol untuk mencadra sistem kehidupan yang tidak sesuai dengan aturan-aturan-Nya, demikian juga yang sesuai dan dikehendaki-Nya.

Wassalamualaikum Wr Wb.

*Sumber : Buku Benarkah Saya Muslim ? "Percik-Percik Renungan Bagi Pribadi Muslim" | Penulis : Drs. M. Saefudin
Previous
Next Post »