Kamis, 20 April 2017

Berani Menyembelih Rasa

berani menyembelih rasa
Assalamualaikum

Artikel ini dikutip dari Grup WhatsApp (Shakila - Fosma 165 Riau) dengan Judul Menyembelih Rasa.

Awalnya terasa biasa saja...

Hanya membalas pesannya atau menjawab pertanyaannya. Awalnya biasa saja, hanya meminjamkan buku pelajaran saja atau tersenyum manis saat menyapa.

Awalnya biasa saja...

Namun sembari waktu berjalan semuanya jadi tak biasa. Rindu untuk menyapannya, rindu senyumannya, rindu candaannya. Hingga hati ini bertanya "Apakah aku telah jatuh cinta padanya ?"

Awalnya biasa saja...

Namun kini kebahagiaan terbesar bagiku apabila bisa menghabiskan waktuku bersamanya. Ingin memilikinya, ingin memeluknya, ingin menumpahkan rindu dan kukatakan aku cinta kamu, kini dan selamanya.

Aku teringat dan sembari berucap...

"Astaghfirullah, maafkan aku Rabbi. Aku mengikuti rasa dan menumpahkannya, padahal aku belum mampu menjalankan cinta sesuai Syariat-Mu. Ampuni aku yang telah terjatuh dalam kubangan dosa ini".

Dan kini, akan ku sembelih rasa ini. Sakit memang, tapi aku percaya Syariat-Mu pasti terbaik untukku.

Sebagaimana Ibrahim As yang ikhlas untuk menyembelih Ismail As. Berat bagi Ibrahim harus melaksanakan perintah-Mu.

Namun, Engkau balas ketaatan Ibrahim As dengan keindahan (bertukarnya Ismail As menjadi seekor domba dan Ismail berada disampingnya).

Bantu aku, kuatkan aku !!!

*Sumber Utama : @Kak_Oksa
Baca Juga
Previous Post
Next Post