Selasa, 11 April 2017

Menulis Bab II Landasan Teori dan Tinjauan Pustaka

Assalamualaikum.

Berikut ini adalah BAB II dari skripsi penulis alumni Teknik Informatika di STMIK Amik Riau dengan Judul IMPLEMENTASI MODEL GAYA SENTRIFUGAL DALAM PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS MULTIMEDIA.

Silahkan dibaca dan dijadikan referensi, jangan lupa sertakan sumber. Jika terdapat sumber dari buku, maka bukunya lebih baik dibaca juga.

II.1.1. Pengertian Implementasi

Berdasarkan sumber dari situs http://karyatulisilmiah.com, kata implementasi bermuara pada aktivitas, adanya aksi, dan mekanisme suatu sistem.


Tetapi jangan di copy paste secara utuh, karena skripsi ini sudah ada dalam database pemerintah.

Ketika dijumpai terdapat banyak kesamaan dengan penulisan di bawah ini maka skripsi teman-teman bisa bisa dibatalkan bahkan gelar anda bisa dicabut karena dicap sebagai plagiat.

Jika ada pertanyaan dan diskusi silahkan hubungi email penulis melalui kontak.

BAB II
LANDASAN TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA

II.1. Landasan Teori

Kata mekanisme artinya bahwa implementasi bukan sekedar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan dilakukan secara sugguh-sungguh berdasarkan acuan norma tertentu untuk mencpai tujuan kegiatan.

Jadi, implementasi dapat juga diartikan mempresentasikan hasil desain ke dalam pemrograman.

II.1.2. Pengertian Model

Menurut Sholiq (2006) model adalah abstraksi yang menjelaskan hal-hal signifikan pada persoalan yang komplek dengan mengabaikan hal-hal yang tidak diperlukan, sehingga membuat persoalan lebih mudah dipahami.

Abstraksi itu sendiri adalah kemampuan dasar manusia yang memungkinkan berurusan dengan suatu yang komplek.

Misalnya, ahli teknik, seniman, dan pengarang membuat model untuk masalah-masalah yang dihadapi sebelum benar-benar secara nyata membangunnya.

II.1.3. Gaya Sentrifugal

Berdasarkan sumber yang dari https://belajar.kemdikbud.go.id, pada saat mobil melaju pada sebuah tikungan maka mobil akan melakukan gerak melingkar.

Hal itu menyebabkan timbulnya gaya sentrifugal yang arahnya keluar tikungan yang besarnya sama dengan gaya sentripetal dan selalu menuju pusat kelengkungan sehingga mobil tidak tergelincir.

Dalam hal ini, gaya sentripetal yang arahnya menuju pusat kelengkungan diwakili oleh gaya gesekan roda yang melawan gaya sentrifugal mobil.

Sesuai dengan Hukum II Newton, bahwa gaya sentrifugal akan menyebabkan percepatan sentrifugal.

Pada saat menikung, kecepatan mobil tidak boleh terlalu tinggi karena akan menghasilkan gaya sentrifugal yang besar.

Menurut (Yan Nugroho & Asbah, 2006),  superelevasi atau kemiringan melintang jalan pada lengkung horizontal bertujuan untuk memperoleh komponen gaya berat kendaraan sebagai penyeimbang gaya sentrifugal.

Semakin besar superelevasi maka komponen berat kendaraan yang diperoleh semakin besar.

Berikut gaya yang bekerja terlihat pada Gambar 2.1 yaitu gaya sentrifugal (F), berat kendaraan (G), dan gaya gesek antara ban dan permukaan jalan (f).
Gambar II.1. Keseimbangan Gaya Pada Tikungan
Sumber : Wahyu Yan Nugroho dan Zuhwan Asbah.2006. Laporan Tugas Akhir Pengembangan Sirkuit Tawang Mas Semarang Menjadi Sirkuit Balap Mobil


Karena terdapat banyak rumus fisika yang belum didukung oleh Blog maka silahkan anda unduh file skripsi ini. 

(Unduh Gratis File Skripsi Bab 2 Lengkap >> Disini)

II.1.5. Pengertian Sirkuit

Menurut (Yan Nugroho & Asbah, 2006) sirkuit adalah suatu arena tertutup, baik permanen maupun temporer, dimana permulaan atau start dan pengakhiran atau finish terletak pada satu titik tangkap yang sama dan dibangun atau disesuaikan secara khusus untuk balapan mobil dan motor.

II.1.6. Pengertian Multimedia

Menurut (Firdaus, Johar Damiri, & Tresnawati, 2012) mutimedia dapat diartikan sebagai pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, gambar gerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pamakai melakukan navigasi dan berinteraksi dengan aplikasi tersebut.

II.1.7. Pengertian Pembelajaran

Menurut (Simanihuruk & Hartono, 2015) istilah pembelajaran lebih menggambarkan usaha guru untuk membuat belajar para siswanya.

Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para siswanya.

Kegiatan belajar hanya akan berhasil jika si belajar secara aktif mengalami sendiri proses belajar.

Wassalamualaikum
Baca Juga
Previous Post
Next Post