Selasa, 20 Juni 2017

Lebih Jahil Kaum Quraisy Jahiliyyah - Ustadz Felix Siauw

Lebih Jahil Kaum Quraisy Jahiliyyah - Ustadz Felix Siauw

Ibnu Katsir dalam Tafsirya tentang surah Al-Kafirun, bahwa surah ini berkenaan dengan kaum kafir Quraisy yang mengajak Rasulullah untuk bertukar sesembahan.

Kaum Quraisy jahiliyyah menawarkan pada Rasul menyembah berhala setahun, sebagai balasannya mereka pun akan ganti menyembah Allah selama satu tahun.

Maka Allah menurunkan surah Al-Kafirun yang isinya tegas menolak seluruh tawaran kaum kafir Quraisy, untuk berlepas dari sesembahan mereka secara keseluruhan.

Sebab Islam tidak mengenal kompromisme dalam aqidah, yang benar jelas dan yang bathil jelas.

Kesimpulannya dipamungkasi dengan kalimat "bagimu agamamu bagiku agamaku".

Artinya dapat kita lihat, sejahil-jahilnya kaum Quraisy, mereka masih berkata bahwa sesembahan kaum mereka dan kaum Muslim itu BERBEDA, hanya tak usah jadi masalah.

Maka mereka menawarkan agar perbedaan itu dikompromisasi dengan cara saling bertukar sesembahan dalam jangka waktu tertentu, agar tidak jadi polemik dalam masyarakat.

Tapi bila kaum Quraisy dulu itu hidup di masa sekarang, pasti mereka akan terheran-heran dengan mereka yang mengaku Muslim tapi punya ide "semua agama SAMA".

Kaum kafir Quraisy saja tidak sampai punya ide semisal itu.

Pluralisme, semua agama sama, mungkin mereka jadi merasa kalah jahat dibandingkan kaum liberal masa kini.

Dulu Rasulullah, saat agama dikompromikan saja sudah tegas menolak, apalagi bahwa agama disamakan satu sama lain, padahal jelas semuanya dalam surah Al-Kafirun.

Dan jangan buru-buru mengklaim bahwa ketika Muslim tidak rela Islam disamakan dengan agama lain, lantas semua selain Islam harus dikasari dan harus diperlakukan tak baik.

Sebab perkara aqidah itu harus jelas, mana haq mana bathil, tapi perkara muamalah itu fleksibel dan penuh kasih sayang, walau beda, Islam tetap menghormati yang lainnya.

Perkara ada yang memilih yang buruk padahal ada yang baik, itu urusan masing-masing, Islam tak boleh memaksa semua jadi Muslim, itu pertanggungan sendiri-sendiri.

Tapi memaksakan ide "semua agama SAMA" itu bagian aqidah, dan jelas-jelas ide pluralisme ini harus ditolak.

Sebab sudah termasuk bagian menyekutukan Allah dan Rasul.

Bagi kita ?

Istiqamah saja dalam Islam, kalau ada diantara kita yang berpemahaman begitu, tugas kita mendakwahinya, bisa jadi ada yang tak tahu, bisa jadi memang cari sensasi.

*Sumber dikutip dari Halaman Facebook Ustadz Felix Siauw
Baca Juga
Previous Post
Next Post

0 komentar: